Ramuan Rempah Wedang Uwuh
2 foto

Ramuan Rempah Wedang Uwuh

Toko resmi cairofood.id ›
Rp40.500

Harga dilihat 2026-08-15 · belum termasuk ongkir

Kamu bayar Rp49.550 lihat rincian
Harga di toko Rp40.500
Batas atas (toleransi 10% kalau harga naik) Rp44.550
Layanan Risos Rp5.000
Ditahan sekarang Rp49.550

Kalau harganya masih Rp40.500 saat kami membeli, Rp4.050 kembali ke Saldo — jadi yang benar-benar keluar Rp45.500. Ongkir dihitung terpisah saat alamatmu diisi.

Kirim ke mana? (wajib)
  • Dana ditahan sampai barang diterima — kalau harganya melewati batas atas, kami tidak membeli dan dana kembali utuh.
  • Faktur atas nama PT Riset Sinergi Sosial, bisa dilampirkan ke laporan dana penelitian.
  • Dibelikan manual oleh tim kami, biasanya 1×24 jam kerja.

Keterangan dari toko

Beli Wedang Uwuh dari Cairo Food secara Online di Indonesia dan dapatkan produk dengan kualitas Rasa, Halal, Tanpa Pewarna, Tanpa Pengawet. Dibuat di Indonesia dengan rempah-rempah Lokal dan Import. Untuk minuman nikmat, lezat dan otentik, anda cukup mengikuti resep yang sudah kami sertakan. Profil Rasa Wedang uwuh Cairo Food memiliki profil rasa yang kompleks dan kaya. Minuman ini terbuat dari campuran rempah-rempah yang menyegarkan dan menghangatkan, termasuk jahe, serai, kayu manis, dan kapulaga. Rasa jahe yang pedas dan hangat menjadi dominan, dengan sentuhan manis dari gula merah. Rasa serai dan kayu manis yang segar juga memberikan keseimbangan yang sempurna. Wedang uwuh Cairo Food adalah minuman yang cocok untuk dinikmati saat cuaca dingin atau saat merasa kurang fit. Minuman ini juga dapat membantu meningkatkan energi dan meningkatkan daya tahan tubuh. Napak Tilas Asal Bumbu Sebelum dikenal sebagai wedang uwuh, minuman ini awalnya dikenal sebagai wedang jahe dan cengkeh. Konon, wedang ini merupakan minuman khusus untuk kerabat. Wedang uwuh adalah minuman khas dari Imogiri, Yogyakarta. Kata “wedang” dalam bahasa Jawa berarti minuman hangat. Sementara “uwuh” memiliki makna sampah atau ampas, karena komposisinya terlihat seperti sampah. Minuman ini pertama kali muncul saat zaman Raja Mataram, Sultan Agung. Ketika itu, sang raja meminta abdinya untuk membuat minuman yang bisa menghangatkan tubuhnya. Abdinya membuat wedang secang lalu meletakkannya di bawah pohon tempat sang raja bersemedi. Namun, karena angin bertiup kencang, daun dan dahan secara tidak sengaja jatuh ke dalam minuman tersebut. Ternyata, raja menyukai minuman ini. Keesokan harinya, Sultan Agung meminta dibuatkan lagi minuman yang sama seperti sebelumnya. Para pengawalnya mencari tahu dan menemukan bahwa minuman sebelumnya bukan hanya wedang secang, melainkan sudah bercampur dengan ranting dan dedaunan. Akhirnya, sang abdi membuat minuman dengan tambahan daun dan dahan. Sultan Agung d

Barang lain yang mungkin cocok