Bumbu Masala Kambing
14 foto

Bumbu Masala Kambing

Toko resmi cairofood.id ›
Rp25.600

Harga dilihat 2026-08-15 · belum termasuk ongkir

Kamu bayar Rp33.160 lihat rincian
Harga di toko Rp25.600
Batas atas (toleransi 10% kalau harga naik) Rp28.160
Layanan Risos Rp5.000
Ditahan sekarang Rp33.160

Kalau harganya masih Rp25.600 saat kami membeli, Rp2.560 kembali ke Saldo — jadi yang benar-benar keluar Rp30.600. Ongkir dihitung terpisah saat alamatmu diisi.

Kirim ke mana? (wajib)
  • Dana ditahan sampai barang diterima — kalau harganya melewati batas atas, kami tidak membeli dan dana kembali utuh.
  • Faktur atas nama PT Riset Sinergi Sosial, bisa dilampirkan ke laporan dana penelitian.
  • Dibelikan manual oleh tim kami, biasanya 1×24 jam kerja.

Keterangan dari toko

[block id=”kelebihan-produk-full”] [block id=”cara-simpan-produk-full”] [block id=”dimensi-produk-bumbu”] Profil Bumbu Mutton masala, hidangan serbaguna yang menggugah selera, dapat disajikan dengan nasi, naan, atau roti lainnya. Ini adalah hidangan klasik India yang telah dinikmati selama berabad-abad. Sejarah mutton masala memiliki akar yang panjang dan kompleks. Hidangan ini berasal dari anak benua India, namun asal usul pastinya tidak diketahui. Diyakini telah dikembangkan selama berabad-abad oleh juru masak India yang bereksperimen dengan berbagai bumbu dan teknik memasak. Catatan pertama tentang mutton masala muncul pada abad ke-13 dalam buku masak berjudul “Seni Masakan India,” yang ditulis oleh juru masak Persia bernama Mohammed of Ghor, yang bertugas di istana Kesultanan Delhi. Mutton masala semakin populer di India selama masa pemerintahan dinasti Mughal (abad 16-18). Dinasti Mughal, yang berasal dari Asia Tengah, membawa tradisi kuliner mereka ke India, termasuk penggunaan berbagai macam bumbu. Hal ini menghasilkan inovasi dalam resep mutton masala. Setelah runtuhnya Kekaisaran Mughal pada abad ke-18, mutton masala terus populer di India dan bahkan diperkenalkan ke belahan dunia lain, seperti Asia Tenggara dan Timur Tengah. Di kota Peshawar dan sekitarnya, aturan tentang daging mirip dengan provinsi-provinsi lain di Pakistan. Daging domba dan kambing selalu menjadi daging favorit di Asia Selatan, Timur Tengah, Asia Tengah, dan Mediterania. Sebelum ayam, daging domba dan kambing merupakan daging utama dalam menu makanan warga Palestina, seperti yang diungkapkan dalam buku “Jerusalem: A Cookbook” karya Yotam Ottolenghi dan Sami Tamimi. Penggembala adalah profesi yang lazim di perbukitan, dan daging domba memiliki peran khusus dalam acara-acara istimewa dan perayaan seperti kelahiran, pernikahan, kembalinya anggota keluarga, dan hari raya keagamaan. Dalam sejarahnya, keinginan penguasa Mughal terhadap daging sapi, domba, dan kambing berbenturan de

Barang lain yang mungkin cocok