Punya hasil penelitian bagus tapi bingung mau diterbitkan di mana? Atau sudah tahu mau submit ke jurnal SINTA, tapi langkah teknisnya terasa membingungkan? Kamu tidak sendirian. Setiap tahun, ribuan mahasiswa S2 dan S3 di Indonesia menghadapi tekanan yang sama: manuskrip sudah selesai, deadline kelulusan mendekat, tapi proses submission terasa seperti labirin tanpa peta.

Artikel ini hadir sebagai peta itu. Kamu akan mendapatkan panduan teknis klik per klik untuk submit jurnal SINTA 2 dan 3 lewat OJS, ditambah strategi editorial yang jarang dibahas β€” mulai dari memilih jurnal backup, menulis cover letter yang benar-benar dibaca editor, hingga menyusun response letter reviewer yang meningkatkan peluang akseptasi. Semua dikontekstualisasikan dalam ekosistem akademik Indonesia yang kamu hadapi sehari-hari.


Memahami Peringkat SINTA: Apa Bedanya SINTA 1 sampai SINTA 6?

SINTA (Science and Technology Index) adalah sistem pengindeksan jurnal ilmiah nasional yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia. Sistem ini menjadi acuan utama kualitas jurnal nasional, menggantikan sistem akreditasi lama yang dikelola LIPI.

Hierarki Akreditasi SINTA

Peringkat SINTA terbagi menjadi enam level, di mana angka yang lebih kecil mencerminkan standar kualitas yang lebih tinggi. Berikut gambaran singkat hierarkinya:

PeringkatSetaraKarakteristik Umum
SINTA 1Scopus Q1–Q2Standar internasional, selektivitas tertinggi
SINTA 2Scopus Q3–Q4Nasional terbaik, review ketat, banyak diminta institusi
SINTA 3β€”Terakreditasi baik, lebih accessible, cocok untuk S1/S2 awal
SINTA 4β€”Terakreditasi sedang
SINTA 5β€”Terakreditasi dasar
SINTA 6β€”Terakreditasi minimal

Untuk verifikasi status jurnal terkini, kamu bisa langsung mengakses Portal Resmi SINTA Kemendikbud karena peringkat jurnal dapat berubah setiap siklus akreditasi.

SINTA 2 vs SINTA 3: Mana yang Tepat Untukmu?

Perbedaan SINTA 2 dan SINTA 3 bukan sekadar angka β€” ini menyangkut selektivitas editorial, waktu review, dan kadang biaya APC (Article Processing Charge). Jurnal SINTA 2 umumnya memiliki proses peer review yang lebih panjang (bisa 3–9 bulan) dengan standar metodologi yang lebih ketat. Banyak yang mensyaratkan minimal dua reviewer anonim dengan reputasi akademik yang kuat. Sebaliknya, jurnal SINTA 3 cenderung memiliki waktu review lebih singkat (1–4 bulan) dan tingkat akseptasi yang lebih tinggi.

Bagi mahasiswa S2 yang sedang menyelesaikan tesis, SINTA 3 seringkali menjadi pilihan realistis pertama β€” terutama jika batas waktu kelulusan sudah dekat. Sementara mahasiswa S3 dan dosen yang membutuhkan poin jabatan fungsional atau syarat akreditasi program studi lebih sering ditargetkan untuk SINTA 2. Kuncinya bukan memilih yang paling prestisius, melainkan yang paling cocok dengan kapasitas naskahmu saat ini. Mengirim naskah S1 ke SINTA 2 tanpa persiapan matang justru membuang waktu berharga.

Pro Tip: Konsultasikan target jurnal dengan pembimbingmu sejak awal penulisan β€” bukan setelah manuskrip selesai. Banyak masalah formatting dan kedalaman analisis yang bisa diantisipasi lebih awal jika kamu sudah tahu jurnal tujuan sejak menyusun bab metodologi.


Langkah 1 β€” Menemukan Jurnal SINTA 2 atau 3 yang Tepat untuk Naskahmu

Kesalahan paling fatal dalam proses publikasi bukan terjadi saat submit β€” melainkan saat memilih jurnal. Submit ke jurnal yang scope-nya tidak sesuai hampir pasti berujung pada desk rejection dalam hitungan hari, tanpa sempat masuk ke tahap peer review sama sekali.

Cara Pakai Portal SINTA untuk Mencari Jurnal

Masuk ke Portal Resmi SINTA Kemendikbud, lalu pilih menu Journal. Di sana kamu bisa memfilter jurnal berdasarkan:

  • Akreditasi: pilih "Sinta 2" atau "Sinta 3"
  • Subject Area: sesuaikan dengan bidang ilmumu (sosial, teknik, kesehatan, pendidikan, dll.)
  • Status: pastikan pilih "Active" agar tidak submit ke jurnal yang sedang dalam proses re-akreditasi atau sudah tidak aktif

Selain portal SINTA, kamu juga bisa menggunakan Daftar Jurnal Terakreditasi Nasional (ARJUNA) yang menjadi database resmi akreditasi jurnal dari Kemendikbud. ARJUNA sering lebih up-to-date soal status akreditasi terkini.

Checklist Pemilihan Jurnal yang Tepat

Setelah mendapat daftar jurnal kandidat, jangan langsung pilih yang pertama muncul. Lakukan verifikasi dengan checklist berikut:

  • Scope & Aims sesuai: baca halaman "Aims and Scope" jurnal secara menyeluruh β€” topikmu harus masuk secara spesifik, bukan hanya "mirip-mirip"
  • Frekuensi terbit: jurnal yang terbit 2–4 kali setahun dengan volume konsisten lebih aman daripada jurnal yang jadwal terbitnya tidak teratur
  • Backlog editorial: cek apakah ada keterangan estimasi waktu review di website jurnal, atau lihat jeda antara "received" dan "published" di artikel-artikel terbaru mereka
  • Biaya APC: banyak jurnal SINTA 3 yang gratis (Open Access tanpa biaya), tapi beberapa SINTA 2 memungut biaya Rp 500.000–Rp 2.000.000 β€” pastikan kamu tahu ini sejak awal
  • Indexing tambahan: jurnal yang juga terindeks DOAJ, Copernicus, atau Google Scholar memberikan nilai tambah visibilitas

Idealnya kamu menyiapkan 3–5 jurnal target (1 primary + 2–4 backup) sebelum mulai menulis manuskrip. Ini bukan pesimisme β€” ini strategi. Jika jurnal pertama menolak, kamu tidak perlu panik dan bisa langsung pivot ke opsi berikutnya tanpa kehilangan momentum.


Langkah 2 β€” Menyiapkan Manuskrip Sesuai Standar Jurnal SINTA

Membaca Author Guidelines adalah kewajiban, bukan opsional. Banyak naskah yang ditolak di tahap editorial check bukan karena kontennya buruk, melainkan karena formatnya salah β€” font tidak sesuai, abstrak terlalu panjang, atau gaya sitasi tidak konsisten. Baca panduan penulis jurnal targetmu dari awal hingga akhir sebelum mengetik satu kata pun di manuskrip.

Struktur IMRaD dan Elemen Wajibnya

Hampir semua jurnal SINTA menggunakan struktur Format IMRaD: Struktur Artikel Ilmiah Internasional sebagai kerangka standar:

  • Introduction: latar belakang masalah, research gap, rumusan masalah, dan tujuan penelitian. Jangan terlalu panjang β€” fokus pada mengapa penelitian ini penting dan apa yang belum dijawab oleh literatur sebelumnya.
  • Methods: desain penelitian, populasi dan sampel, instrumen, serta teknik analisis data. Untuk penelitian kuantitatif, rujuk Sugiyono (2019) sebagai acuan yang diakui luas dalam ekosistem akademik Indonesia. Untuk kualitatif, Creswell & Poth (2018) adalah referensi yang tepat. Jika menggunakan SEM, cantumkan rujukan Ghozali (2021) untuk SmartPLS atau Hair et al. (2019) untuk SEM-PLS.
  • Results: sajikan temuan secara objektif menggunakan tabel, grafik, atau narasi β€” tanpa interpretasi berlebihan di bagian ini.
  • Discussion: interpretasikan temuan, bandingkan dengan literatur, jelaskan implikasi teoritis dan praktis, serta akui keterbatasan penelitian.

Elemen yang sering diabaikan mahasiswa: Acknowledgments (ucapan terima kasih kepada pemberi dana atau pembimbing), Conflict of Interest Statement, dan Author Contribution Statement β€” ketiganya semakin banyak diminta jurnal SINTA 2.

Abstrak adalah "etalase" naskahmu. Editor dan reviewer membacanya pertama kali, dan keputusan awal mereka sangat dipengaruhi oleh kualitas abstrak. Tulis abstrak 150–250 kata yang mencakup lima elemen: (1) konteks/latar belakang singkat, (2) tujuan penelitian, (3) metode yang digunakan, (4) temuan utama dengan angka konkret jika memungkinkan, dan (5) implikasi atau kesimpulan.

Untuk panduan lebih mendalam, baca artikel kami tentang Cara Menulis Abstrak Penelitian yang Kuat.

Manajemen Referensi dan Gaya Sitasi

Gunakan reference manager seperti Mendeley atau Zotero untuk mengelola sitasi β€” ini menghemat waktu dan meminimalkan kesalahan format. Pastikan gaya sitasi yang kamu gunakan sesuai dengan panduan jurnal: APA 7th (paling umum di jurnal sosial dan pendidikan Indonesia), Vancouver (kesehatan dan kedokteran), atau Chicago (humaniora).

Sebelum submit, wajib cek similaritas menggunakan Turnitin atau iThenticate. Target similarity di bawah 20% adalah standar minimum yang aman untuk kebanyakan jurnal SINTA. Jika kamu mengadaptasi bagian dari skripsi atau tesismu sendiri, pastikan untuk parafrase secara substansial β€” self-plagiarism tetap dihitung sebagai pelanggaran integritas akademik.

Untuk memperkuat tinjauan pustaka naskahmu, pastikan kamu sudah membaca Panduan Lengkap Tinjauan Pustaka untuk Skripsi dan Tesis. Jika proses sintesis literatur terasa berat, fitur Tinjauan Pustaka di Risos AI dapat membantu kamu mensintesis 20+ paper sekaligus dan menyusun kerangka literatur yang koheren β€” sangat berguna saat kamu perlu memperbarui literature review agar sesuai dengan scope jurnal target.


Langkah 3 β€” Proses Submit via OJS: Panduan Klik per Klik

Mayoritas jurnal SINTA menggunakan Open Journal Systems (OJS) β€” platform manajemen jurnal open-source yang dikembangkan oleh PKP (Public Knowledge Project). Jika kamu belum pernah menggunakannya, Panduan OJS (Open Journal Systems) Resmi tersedia dalam bahasa Inggris dan sangat komprehensif.

Membuat Akun dan Navigasi OJS

Kunjungi website jurnal target, temukan menu Register atau Login, lalu buat akun sebagai Author. Isi profil lengkap termasuk nama, afiliasi institusi, dan ORCID iD (jika belum punya, daftar gratis di orcid.org β€” ini makin banyak diminta jurnal bereputasi).

Menyiapkan File Submission

Sebelum klik "New Submission", siapkan minimal empat file berikut:

  1. Manuskrip anonim: naskah lengkap tanpa nama penulis, afiliasi, atau informasi apa pun yang mengidentifikasi kamu β€” ini untuk menjaga kerahasiaan proses blind review
  2. Title page / Halaman judul terpisah: berisi judul, nama semua penulis, afiliasi lengkap, dan email korespondensi
  3. Cover letter: dokumen terpisah yang menjelaskan kontribusi naskahmu
  4. Tabel dan gambar resolusi tinggi: minimal 300 DPI untuk gambar, format TIFF atau PNG lebih disukai daripada JPEG

Tahapan submission di OJS umumnya terdiri dari lima langkah: (1) Start β†’ pilih section dan konfirmasi checklist; (2) Upload Submission β†’ unggah manuskrip anonim; (3) Enter Metadata β†’ isi judul, abstrak, keywords, dan data penulis; (4) Upload Supplementary Files β†’ unggah cover letter, title page, dan file pendukung lain; (5) Confirmation β†’ review dan submit.

Cover letter yang buruk adalah cover letter yang copy-paste dari template generik internet. Editor membaca ratusan submission β€” mereka tahu mana yang dipersonalisasi dan mana yang tidak.

Cover letter yang baik mencakup:

  • Paragraf pembuka: sebutkan nama jurnal secara spesifik dan judul manuskrip yang kamu submit
  • Paragraf kontribusi: jelaskan dalam 2–3 kalimat apa temuan orisinal naskahmu dan mengapa relevan dengan scope jurnal tersebut
  • Pernyataan etika: konfirmasi bahwa naskah belum submit di jurnal lain secara bersamaan (single submission), belum pernah diterbitkan sebelumnya, dan semua penulis telah menyetujui submission
  • Penutup: tawarkan diri untuk memberikan informasi tambahan jika dibutuhkan

Catatan Penting: Kesalahan metadata di OJS sering menjadi penyebab administrative rejection yang tidak perlu. Pastikan nama dan urutan penulis di metadata OJS identik dengan yang tercantum di manuskrip. Jika ada perbedaan, editor bisa mempertanyakan integritas naskahmu sebelum sempat membacanya.


Langkah 4 β€” Memahami dan Merespons Proses Peer Review

Setelah submit, giliran menunggu β€” dan ini bagian yang paling menguras kesabaran. Memahami alur peer review membuatmu lebih siap menghadapi berbagai skenario yang mungkin terjadi.

Alur Peer Review Jurnal SINTA

Alur umum peer review di jurnal SINTA adalah sebagai berikut:

Editorial Check β†’ Similarity Check β†’ Reviewer Assignment β†’ Proses Review β†’ Keputusan Editor

Pada tahap editorial check, editor akan memverifikasi apakah naskahmu memenuhi persyaratan dasar: format sesuai, scope relevan, dan similarity dalam batas wajar. Naskah yang gagal di tahap ini akan mendapat desk rejection β€” biasanya dalam 1–2 minggu.

Cara Menulis Response Letter yang Profesional

Ada empat kemungkinan keputusan editor setelah review: Accept (langsung terima β€” jarang terjadi untuk submission pertama), Minor Revision (perbaikan kecil, peluang akseptasi tinggi), Major Revision (perbaikan substansial, proses dimulai ulang sebagian), dan Reject (naskah ditolak, bisa karena alasan metodologis atau scope).

Untuk Major atau Minor Revision, kamu perlu menyusun response letter yang merespons setiap komentar reviewer secara sistematis. Formatnya sederhana namun krusial:

Komentar Reviewer 1, No. 3:
"Metode pengambilan sampel tidak dijelaskan secara memadai."

Respons Penulis:
Terima kasih atas masukan yang konstruktif ini. Kami telah menambahkan 
penjelasan lengkap mengenai teknik purposive sampling yang digunakan, 
termasuk kriteria inklusi dan eksklusi responden, pada halaman 5 paragraf 
2 manuskrip revisi. Perubahan ini ditandai dengan highlight kuning untuk 
memudahkan pelacakan.

Prinsipnya: respons setiap komentar tanpa terkecuali, gunakan bahasa yang sopan dan akademis meskipun kamu tidak setuju dengan komentar tertentu, dan selalu tunjukkan di halaman mana perubahan dilakukan. Gunakan fitur Track Changes di Microsoft Word agar editor bisa dengan mudah melacak semua revisi yang kamu buat.

Risos AI memiliki fitur Defense Scan di Writing Studio yang dapat membantu kamu mengidentifikasi celah argumentasi dalam manuskrip sebelum submit β€” sehingga komentar major revision bisa diminimalkan sejak awal.

Estimasi Waktu dan Strategi Sabar

Realistisnya: jurnal SINTA 2 membutuhkan waktu 3–9 bulan dari submission hingga keputusan akhir. Jurnal SINTA 3 rata-rata 1–4 bulan. Jika kamu tidak mendapat kabar setelah 3 bulan (untuk SINTA 2) atau 6 minggu (untuk SINTA 3), mengirim status inquiry yang sopan ke editor adalah hal yang wajar dan umum dilakukan.

Pro Tip: Jangan hanya menunggu. Selagi menunggu keputusan review, gunakan waktu itu untuk memperkuat literatur, mempersiapkan presentasi tesis, atau mulai mengerjakan naskah berikutnya. Produktivitas paralel adalah kebiasaan peneliti yang berpengalaman.


Mendapat email "accepted" adalah momen yang luar biasa β€” tapi proses belum selesai. Ada beberapa tahap penting yang tidak boleh diabaikan sebelum artikelmu benar-benar terbit.

Galley proof adalah versi final artikelmu dalam format tata letak jurnal (biasanya PDF). Editor akan mengirimkannya untuk kamu periksa sebelum publikasi resmi. Baca galley proof dengan sangat teliti: cek nama penulis, afiliasi, ejaan, tabel, dan gambar. Ini adalah kesempatan terakhir untuk melakukan koreksi tanpa biaya atau proses administratif yang rumit β€” setelah terbit, koreksi memerlukan proses errata yang panjang.

Bersamaan dengan galley proof, kamu akan diminta menandatangani Copyright Agreement. Ada dua model umum: copyright transfer (hak cipta berpindah ke penerbit β€” kamu perlu izin jika ingin merepost artikel di platform lain) dan lisensi Creative Commons CC BY (kamu mempertahankan hak cipta dan artikel bebas disebarkan dengan atribusi). Pahami perbedaannya sebelum menandatangani.

Memaksimalkan Visibilitas Artikel Setelah Terbit

Setelah artikel terbit, langkah selanjutnya adalah memastikan artikel tersebut dapat ditemukan oleh pembaca yang relevan:

  • Google Scholar: pastikan profil Google Scholar-mu sudah dibuat dan artikel akan terindeks otomatis dalam beberapa minggu
  • ResearchGate dan Academia.edu: unggah preprint atau versi accepted manuscript (sesuai kebijakan hak cipta jurnal) untuk memperluas jangkauan
  • ORCID: hubungkan artikel ke profil ORCID-mu agar rekam jejak publikasi akademikmu terkelola dengan baik
  • Simpan bukti publikasi: screenshot atau PDF bukti publikasi diperlukan untuk administrasi kampus, laporan beasiswa, atau pengajuan angka kredit jabatan fungsional dosen

Kesalahan Umum yang Bikin Naskah Langsung Ditolak (dan Cara Menghindarinya)

Belajar dari kesalahan orang lain jauh lebih efisien daripada mengalaminya sendiri. Berikut adalah kesalahan paling umum yang menyebabkan desk rejection atau penolakan di tahap review:

1. Submit ke jurnal yang scope-nya tidak sesuai Ini adalah penyebab nomor satu desk rejection. Misalnya, mengirim penelitian tentang perilaku konsumen ke jurnal yang fokus pada akuntansi manajemen β€” meskipun sama-sama bidang bisnis, scope-nya berbeda secara signifikan.

2. Mengabaikan Author Guidelines Salah format font, margin tidak sesuai, abstrak 350 kata di jurnal yang meminta maksimal 200 kata β€” semua ini bisa membuat naskahmu langsung dikembalikan sebelum dibaca.

3. Similarity terlalu tinggi Memindahkan paragraf utuh dari skripsi ke manuskrip tanpa parafrase yang substansial adalah self-plagiarism. Turnitin mendeteksinya, dan editor menganggapnya serius.

4. Kualitas analisis yang lemah Instrumen penelitian tidak melalui uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas) dilewati dalam penelitian kuantitatif, atau interpretasi hasil hanya deskriptif tanpa kedalaman analisis β€” ini semua akan menjadi catatan keras dari reviewer.

5. Cover letter kosong atau generik Mengirim cover letter berisi "Dear Editor, please find attached my manuscript" tanpa informasi lebih lanjut mencerminkan ketidakseriusan penulis. Editor melihat ini sebagai sinyal bahwa penulis tidak benar-benar memahami nilai naskahnya sendiri.


Mulai Submit dengan Persiapan yang Matang

Proses submit jurnal SINTA 2 dan 3 memang memerlukan kesabaran dan perhatian terhadap detail β€” tetapi bukan sesuatu yang tidak bisa dikuasai. Dengan strategi yang tepat, bahkan mahasiswa S2 yang baru pertama kali publikasi pun bisa berhasil menembus jurnal terakreditasi nasional.

Rekap langkah yang perlu kamu lakukan:

  • Pilih jurnal berdasarkan scope, bukan sekadar peringkat
  • Baca Author Guidelines hingga tuntas sebelum menulis
  • Susun manuskrip dengan struktur IMRaD yang solid dan abstrak yang padat
  • Siapkan file submission OJS dengan benar: manuskrip anonim, cover letter personal, dan metadata lengkap
  • Respons komentar reviewer secara sistematis dan profesional
  • Siapkan 3–5 jurnal backup agar proses tidak stagnan
  • Cek similarity sebelum submit dan pastikan di bawah 20%

Jika kamu ingin mempercepat proses persiapan manuskrip β€” dari menyusun tinjauan pustaka yang komprehensif, memformat struktur IMRaD, hingga memindai kelemahan argumentasi sebelum masuk ke tangan reviewer β€” Risos AI hadir sebagai mitra riset yang bisa menemanimu di setiap tahap. Coba gratis selama 3 hari dan rasakan perbedaannya dalam kualitas manuskrip yang kamu siapkan.

Selamat menulis, dan semoga naskahmu segera menemukan rumahnya di jurnal yang tepat.