Deskripsi

Kajian sejarah Kesultanan Bima: bagaimana Islam dan tradisi lokal berpadu jadi satu sistem kekuasaan.

Di persimpangan dua peradaban besar — Hindu dan Islam — lahir kisah transformasi kekuasaan yang unik di timur Nusantara. Buku ini menyelami perjalanan Kesultanan Bima, dari akar kerajaan Hindu hingga menjelma menjadi pusat penyebaran Islam di Nusa Tenggara pada abad ke-17. Melalui pendekatan sejarah dan antropologi, pembaca dibawa memahami bagaimana masyarakat Bima tidak sekadar menerima pengaruh luar, tetapi mengolahnya menjadi kearifan lokal yang khas. Puncak narasi terletak pada masa Sultan Abi'l Khair Sirajuddin (1640–1682 M), ketika tradisi lama dan ajaran baru tidak saling meniadakan, melainkan bersatu dalam harmoni yang disebut Dwi Sila — perpaduan antara hukum adat dan hukum Islam. Penulis: Imam Yuliadi. 127 halaman, ukuran 13,5 x 20 cm. Endorsemen: Dr. Ridwan, S.H., M.H. (Rektor Universitas Muhammadiyah Bima); Imam Syafi'i, S.Hum., M.Hum. (Peneliti BRIN); Sumiati, S.Hum., M.Pd. (Kaprodi Pendidikan Sejarah STKIP Yapis Dompu).

Ulasan

Belum ada ulasan.

Tanya Jawab

Masuk untuk bertanya
Belum ada pertanyaan. Jadilah yang pertama bertanya ke penjual.