← Kembali
Arya Wicaksana
Dosen Praktikum Risos AI
Panduan Penggunaan Risos AI
Memandu peneliti & mahasiswa memakai setiap fitur Risos AI langkah demi langkah, langsung di aplikasinya.
Modul Belajar: Praktik Langsung
Belajar per fitur, langsung di dalam aplikasi Risos AI. Dosen memandu di layarmu, menyorot tombolnya, dan menjawab pertanyaanmu sampai paham.
1. Kenalan & Navigasi Risos AI
Fondasi
Masuk
Tur seisi aplikasi: beranda, pencarian, lalu kelima dunia Risos — Riset, Pasar, Kelas, dan Saya — supaya kamu tahu apa ada di mana sebelum mulai bekerja. · ~40 menit
2. Dasar AI Chat Riset
Fondasi
Masuk
Cara bertanya ke AI riset supaya jawabannya tajam: menyusun pertanyaan, melampirkan dokumen, memakai panel konteks, dan mengenali batas yang tetap harus kamu periksa sendiri. · ~25 menit
3. Research Journey — Rumah Proyek Anda
Fondasi
Masuk
Menjadikan Research Journey rumah tunggal proyekmu: membuat proyek sesuai peran, menandai tahapan, memasang pengingat, menyimpan lampiran, dan mengundang pembimbing. · ~25 menit
4. Writing — Menulis di Naskah v2
Menengah
Masuk
Menulis hasil, pembahasan, dan kesimpulan sebagai satu dokumen ber-tulang; memeriksa bukti; serta bekerja dengan agen ketik/suara melalui usulan. · ~28 menit
5. Idea Studio — Dari Topik ke Research DNA
Menengah
Masuk
Mengubah topik mentah jadi pertanyaan penelitian yang layak: kanvas per-zona, bantuan AI yang keputusannya tetap di tanganmu, pool literatur, analisis celah, sampai Research DNA. Satu ide baru kita buat bersama di kelas. · ~35 menit
6. Proposal — Menulis di Naskah v2
Menengah
Masuk
Menyusun BAB I–III sebagai naskah utuh, bukan blok; menjaga hubungan masalah, pertanyaan, metode, bukti, dan sitasi dengan pemeriksaan serta usulan agen. · ~32 menit
7. Publikasi — Menulis Artikel di Naskah v2
Menengah
Masuk
Mengembangkan artikel IMRAD di Naskah v2, menjaga dukungan klaim dan konsistensi, bertukar revisi Word, serta memakai agen ketik/suara tanpa kehilangan kendali penulis. · ~30 menit
8. Analisis Kuantitatif — dari Pintu Pekerjaan sampai hasil
Menengah
Masuk
Analisis kuantitatif alur Tanya-Analisis-Pahami: dari mengunggah data sampai narasi Bab IV siap sunting, lengkap dengan penjaga asumsi statistik. · ~40 menit
9. Analisis Tematik — Enam Fase Braun & Clarke
Fondasi
Masuk
Kelas pembuka rumpun kualitatif: enam fase Braun & Clarke dikerjakan sebagai enam stasiun berurut di studio v4. Memasukkan data lewat tiga pintu Meja Riset, membaca sebelum mengode, menyorot lalu memberi kode berdefinisi lima ruas, memutuskan usulan mesin di Meja Setoran, membangun dan meninjau tema, mencatat memo sebagai jejak refleksivitas, membaca kartu uji keabsahan beserta buktinya, menjawab pertanyaan lintas data di Bengkel, dan menutup di Garis Finis: klaim ber-bukti dulu, draf bab empat sesudahnya. Dikerjakan di Ruang Latihan atas tiga transkrip yang seluruhnya sintetis. · ~50 menit
13. Studio Visual — Visualisasi Data Riset
Menengah
Masuk
Membuat grafik yang jujur dari data risetmu: memilih sumber, memetakan kolom ke sumbu, memilih bentuk yang tepat, memakai template dan AI, lalu menyimpan dan mengunduh. Siapkan dataset atau hasil analisismu sendiri. · ~35 menit
15. Bertanya pada Data — Bengkel & Meja Kueri
Lanjut
Masuk
Kelas lapis tiga: mengubah koding yang sudah jadi menjadi temuan dengan BERTANYA, bukan dengan memandangi grafik. Tujuh objek netral Bengkel (dokumen, giliran, kutipan, kode, kelompok, memo, kasus) dibaca satu per satu, lalu Meja Kueri dipakai sungguhan: kueri majemuk DAN/ATAU/BUKAN, matriks kode kali kasus yang tiap selnya bisa dibuka jadi kutipan, crosstab atribut berikut urutan kerjanya, kueri tersimpan, dan ekspor CSV. Ditutup dengan alamat jujur alat yang tidak tinggal di layar ini. · ~35 menit
16. Meja Riset & Kenali Data
Fondasi
Masuk
Dari Meja Riset sampai gerbang etik: menyiapkan berkas, memilih pendekatan, dan menyatakan persetujuan informan sebelum satu baris pun dianalisis. · ~30 menit
17. Cangkang Studio & Ruang Baca
Fondasi
Masuk
Alat yang selalu ada di setiap layar studio, lalu Ruang Baca: membaca transkrip, menempel anotasi, dan menyamarkan identitas informan. · ~25 menit
18. Ruang Kode: Merapikan & Menelusuri
Menengah
Masuk
Alat yang membuat buku kode tetap rapi: mode giliran, melihat kutipan di tempat asalnya, mencari yang serupa, menggabung kode, dan menyusun himpunan. · ~25 menit
19. Meja Setoran: Memutus Usulan Mesin
Menengah
Masuk
Semua tulisan mesin berhenti di Meja Setoran menunggu keputusanmu. Cara memeriksa satu butir, memutus banyak sekaligus, menangani karantina, dan menutup pekerjaan. · ~35 menit
20. Konsol Agen: Mandat & Kendali
Menengah
Masuk
Agen AI hanya bekerja di bawah mandat bertulis: lingkup, otonomi, jatah, dan tenggat. Cara menekennya, mengubah rencananya, menghentikannya, dan mengambil jejaknya. · ~35 menit
21. Tema & Keabsahan
Menengah
Masuk
Menyusun kode jadi tema lewat wadah, lalu menguji keabsahannya: kappa, triangulasi, fidelity, selisih pengkode, dan simulasi sidang. · ~35 menit
22. Lapor: Klaim, Unduhan & Bukti Penguji
Lanjut
Masuk
Memutus klaim BAB IV satu per satu, mengunduh naskah dan segmen berkode, lalu menerbitkan tautan bukti baca-saja untuk penguji. · ~30 menit
23. Bengkel, Titik Temu & Jalur Alur
Lanjut
Masuk
Laci Bengkel untuk atribut informan dan penelusuran kata, Titik Temu untuk menyandingkan bukti, dan stasiun alur saat pekerjaan mesin berhenti di tengah. · ~25 menit
24. Keabsahan & Sidang — Bukti yang Lahir dari Pekerjaan
Lanjut
Masuk
Kelas keabsahan di studio v4: menulis bracketing sebelum data bicara, menganonimkan sebelum teks keluar, membaca kartu kesetiaan metode sebagai temuan dan bukan nilai, memeriksa keaslian jejak audit berantai, menuntut tiap klaim BAB IV bersandar kutipan, dan mengemas paket REFI supaya pekerjaan tidak terkunci di satu perangkat lunak. Tiap langkah dipetakan ke kriteria Lincoln & Guba yang dilayaninya. Dikerjakan di Ruang Latihan atas tiga transkrip yang seluruhnya sintetis. · ~45 menit
25. Data Kualitatif Bukan Cuma Teks — Audio, Berkas & Gerbang Etik
Menengah
Masuk
Kelas rumpun multimedia di studio v4: membaca empat pintu masuk Meja Riset berikut dua yang mati dengan alasannya, memilih jalan jujur untuk rekaman (transkripsikan dulu, kode teksnya), menjawab gerbang etik yang menawarkan anonimisasi tepat sebelum kutipan berangkat ke mesin, menautkan rekaman ke transkrip lalu memahami kenapa tombol putar per-giliran mati, menyusun glosarium istilah daerah sebelum mengode, dan memisahkan yang terdengar dari yang terbaca: nada dan jeda masuk memo, bukan kode. Dikerjakan di Ruang Latihan atas tiga transkrip yang seluruhnya sintetis. · ~35 menit
26. Kuantitatif — Membaca Hasil dengan Benar
Lanjut
Masuk
Wajah baru analisis kuantitatif: memilih pekerjaan alih-alih nama uji, membaca dua baris uji-t, membedakan grafik utama dari diagnostik, memahami penolakan yang jujur, dan mempertahankan angka di sidang. · ~38 menit
27. Rencana Analisis — beberapa pertanyaan, satu alur yang bisa dipertahankan
Menengah
Masuk
Yang dikerjakan mahasiswa bukan satu uji, melainkan rencana: beberapa hipotesis, masing-masing butuh ujinya sendiri, dan urutannya berarti. Kelas ini memperagakan alur penuhnya — menulis pertanyaan, membiarkan Pohon Pandu memilihkan uji beserta ALASANNYA, menjalankan seluruh langkah, lalu membaca kartu keputusan saat asumsi dilanggar. · ~35 menit
28. Ruang Data & Periksa Variabel — sebelum satu uji pun dijalankan
Fondasi
Masuk
Kesalahan paling mahal di analisis kuantitatif terjadi sebelum uji apa pun dijalankan: skala kolom salah terbaca, nilai hilang dibiarkan, baris terduplikasi. Semuanya menghasilkan angka rapi yang tak berarti dan tanpa satu pun galat. Kelas ini merapikan data dulu, lalu memeriksa bagaimana mesin membacanya sebelum melangkah ke analisis. · ~35 menit
29. Memilih uji beda rerata — t, ANOVA, dan saudaranya yang non-parametrik
Menengah
Masuk
Satu keluarga uji menjawab satu bentuk pertanyaan: apakah rerata kelompok berbeda. Yang membedakan anggotanya cuma tiga hal — berapa kelompok, apakah kelompoknya orang yang sama, dan apakah datanya memenuhi syarat. Kelas ini mengajarkan tiga pertanyaan itu, bukan menghafal nama uji. · ~35 menit
30. Memilih uji hubungan & prediksi — korelasi, regresi, dan batasnya
Menengah
Masuk
Keluarga kedua menjawab pertanyaan berbeda: apakah dua hal bergerak bersama, dan seberapa besar satu memprediksi yang lain. Kelas ini membedakan korelasi dari regresi, menunjukkan cara memasang variabel bebas dan terikat, dan menegaskan batas yang paling sering dilanggar di sidang: hubungan bukan sebab. · ~35 menit
31. Membaca asumsi — normalitas, homogenitas, dan arti nilai p yang terbalik
Menengah
Masuk
Uji asumsi punya jebakan yang membuat banyak mahasiswa salah baca: di sini nilai p kecil bukan kabar baik. p di bawah 0,05 pada uji normalitas atau homogenitas berarti syaratnya DILANGGAR. Kelas ini membaca tabel asumsi, grafik diagnostiknya, dan pilihan lanjutan yang mengubah asumsi mana yang dipakai. · ~35 menit
32. Guardian — saat asumsi dilanggar, beralih uji dengan alasan tertulis
Lanjut
Masuk
Asumsi yang dilanggar bukan akhir penelitian. Yang berbahaya adalah mesin yang menukar uji diam-diam, karena mahasiswa lalu melaporkan uji yang tidak pernah ia pilih. Kelas ini menunjukkan cara sistem menawarkan uji pengganti beserta alasannya, cara membandingkan hasil lama dan baru, dan cara menyimpan keputusan itu supaya bisa dipertahankan. · ~32 menit
33. Ukuran efek & selang kepercayaan — kenapa nilai p saja tidak cukup
Lanjut
Masuk
Nilai p hanya menjawab apakah efeknya mungkin nol. Ia tidak mengatakan seberapa besar, dan pada sampel besar hampir apa saja jadi signifikan. Kelas ini membaca ukuran efek beserta selang kepercayaannya, mengenali selang yang mencakup nol, dan memakai besaran efek untuk menghitung berapa responden yang sebenarnya dibutuhkan. · ~32 menit
34. Analis AI — bertanya dengan bahasa sendiri, lalu memeriksa kodenya
Lanjut
Masuk
Katalog uji tidak memuat semua pertanyaan. Analis AI menulis dan menjalankan kode statistik di kotak terisolasi, lalu menerangkan hasilnya beserta grafik yang ia gambar sendiri. Kelas ini mengajarkan cara bertanya supaya jawabannya berguna, dan yang lebih penting: cara memeriksa kode yang ia jalankan, karena yang mempertanggungjawabkannya di sidang tetap kamu. · ~32 menit
35. Menyusun Bab IV dari rencana — lengkap dengan blok reproduksibilitas
Lanjut
Masuk
Bab IV yang baik bukan tempelan tangkapan layar. Ia mengikuti urutan rencana analisis, melaporkan tiap uji beserta asumsi dan ukuran efeknya, dan menyertakan jejak yang membuat angkanya bisa dihasilkan ulang. Kelas ini merangkai hasil tiap langkah menjadi naskah, lalu memasang blok reproduksibilitasnya. · ~32 menit
36. Sidang — mempertahankan pilihan uji dengan kartu keputusan dan jejak audit
Power
Masuk
Di sidang, pertanyaan yang menjatuhkan bukan berapa nilai p, melainkan kenapa uji ini yang dipakai dan bagaimana kalau asumsinya dilanggar. Jawaban sistemnya yang memilih tidak bisa dipertahankan. Kelas ini menyiapkan tiga bekal: alasan tertulis tiap uji, kartu keputusan tiap pergantian, dan jejak yang membuat angkamu bisa dihasilkan ulang di depan penguji. · ~30 menit
37. Analisis Isi — Menghitung Tanpa Mengkhianati Data
Menengah
Masuk
Kelas lensa analisis isi: memilih satu dari tiga pendekatan Hsieh & Shannon dan menetapkan satuan analisis lebih dulu, membangun skema kategori enam ruas sebagai instrumen, mengoding sistematis tanpa mengubah skema diam-diam, memutuskan usulan mesin di Meja Setoran, melaporkan frekuensi selalu dengan penyebutnya, dan membaca kappa berlabel vs pengkode AI dengan jujur tentang batasnya. Dikerjakan di Ruang Latihan atas korpus empat jenis media yang seluruhnya sintetis. · ~45 menit
40. Lensa Kajian Sastra — Membaca Karya, Bukan Mengolah Data
Menengah
Masuk
Untuk pengkaji sastra yang alatnya dibangun untuk transkrip wawancara. Kelas ini mengakui ketegangan itu di menit pertama, lalu menunjukkan bagian mana yang berubah: kode menjadi Perangkat, kutipan menjadi Larik, karya terdaftar sebagai Kasus beratribut, dan urutan fase berhenti memaksa. Peserta menyatakan kerangka teorinya sendiri — modul tidak memilihkan aliran. Ditutup dengan laporan yang klaimnya tentang teks dan efeknya, bukan tentang niat pengarang. · ~45 menit
41. Titik Temu — Mempertemukan Angka dan Cerita
Lanjut
Masuk
Kelas metode campuran yang dikerjakan di layar Titik Temu, bukan di papan tulis. Memasang analisis kuantitatif dan kualitatif yang sudah selesai sebagai dua sisi satu meja, menjawab tiga pertanyaan awam yang menamai rancangan campuranmu tanpa pernah menyodorkan tipologi, menyusun baris dari rumusan masalah, menautkan bukti dari kedua sisi ke baris yang sama, lalu menulis kalimat inferensi yang menjadi inti seluruh kelas: tanpa kalimat itu yang kamu punya bukan metode campuran melainkan dua penelitian yang dijilid berdampingan. Ditutup dengan memutuskan menguatkan, melengkapi, bertentangan, atau diam, dan mengirim kalimatnya ke Bab IV lewat gerbang yang menyebutkan sebabnya bila menolak. · ~45 menit
42. SLR & Meta-Analisis — dari Protokol sampai Kepastian
Lanjut
Masuk
Alur SLR utuh di studio v4: menulis protokol review, mengimpor rekaman RIS/BibTeX menjadi studi, menyaring judul-abstrak di Meja Penyaringan, memasang teks penuh per studi lalu menilai kelayakannya, meneken mandat agen per-tahap (screening saja, kelayakan saja, koding saja, atau rangkaian sampai akhir), membaca κ vs pengkode AI, mengisi PRISMA dari keputusan nyata, menilai risiko bias per templat, menghitung ukuran efek dan menyeberang ke meta-analisis di ruang kuantitatif, menilai kepastian temuan (CERQual/GRADE), dan menutup dengan laporan beraudit berantai. · ~50 menit
43. Lensa Fenomenologi — Pengalaman, Bukan Pendapat
Lanjut
Masuk
Kelas untuk sepuluh varian fenomenologi di Risos: melahirkan sesi berlensa fenomenologi dari Meja, menulis epoché sebelum membaca, menyelami transkrip dalam mode diam, menyimpan pernyataan signifikan lalu memformulasikan maknanya, menyusun tema hingga esensi yang ditulis manusia, memeriksa kesetiaan metode lewat Fidelity dan Trace Map, dan menutup dengan draf BAB IV yang tiap klaimnya bersandar kutipan. Perbedaan jalur kode-dulu (Colaizzi, Moustakas, Giorgi) dan selami-dulu (IPA, van Manen, Dahlberg) dijelaskan di tiap langkah. · ~50 menit
44. Lensa Grounded Theory — Teori yang Tumbuh dari Data
Lanjut
Masuk
Kelas untuk tiga varian grounded theory di Risos (Glaser, Strauss & Corbin, Charmaz): melahirkan sesi GT dari data pertama, menulis memo sejak pembacaan, koding awal per insiden dengan gerund, mengangkat kode terfokus di Buku Kode, menyusun kategori dan peta teori, membaca prediktor saturasi, memeriksa konsistensi dan jejak teori ke insiden, lalu menulis laporan berikut refleksi konstruksinya. · ~50 menit
45. Lensa Studi Kasus — Kasus Dibatasi, Bukti Bersilang
Lanjut
Masuk
Kelas untuk tiga varian studi kasus di Risos (Yin, Stake, Merriam): melahirkan sesi berlensa studi kasus, menulis protokol atau kerangka konseptual sebelum membaca, membaca lintas sumber dengan anotasi, mengelompokkan sumber ke himpunan, membaca pola lewat matriks kode × kasus, menguji lewat triangulasi sumber dan simulator sidang, lalu menulis vinyet beraudit berantai. · ~45 menit
46. Lensa Etnografi — Budaya Dibaca dari Dalam
Lanjut
Masuk
Kelas untuk lima varian etnografi di Risos (tradisional, kritis, institusional, auto, netnografi): melahirkan sesi berlensa etnografi, menulis catatan lapangan bertanggal dan mengode media, menulis deskripsi tebal lewat anotasi, mengode dari istilah pelaku, membangun domain lewat word tree, menguji lewat triangulasi dan cek ke partisipan, lalu menulis narasi budaya dengan etika relasionalnya. · ~45 menit
47. Lensa Naratif — Kisah Utuh, Bukan Potongan
Lanjut
Masuk
Kelas analisis naratif di Risos: melahirkan sesi berlensa naratif, menulis ringkasan kisah sebelum mengode, menyelami kisah dalam mode diam, mengode struktur kisah per giliran, menyusun tipologi lewat peta tema dan matriks, mengaudit bagian yang terbuang, dan menulis laporan yang menceritakan ulang kisah secara utuh. · ~40 menit
48. Lensa Wacana Kritis — Bahasa yang Bekerja untuk Kuasa
Lanjut
Masuk
Kelas analisis wacana kritis di Risos: melahirkan sesi berlensa CDA dari teks publik, menyatakan posisi analis, membedah kata lewat word tree, mengode fitur linguistik dengan definisi, menyusun tiga dimensi Fairclough lewat peta tema dan matriks, menjaga jejak tiap klaim ideologi, dan menulis tafsir yang tetap milik manusia. · ~40 menit
49. Lensa Hukum Normatif — Bahan Hukum, Bukan Informan
Lanjut
Masuk
Kelas analisis hukum normatif di Risos: merumuskan isu hukum, mengimpor peraturan dan putusan sebagai bahan beratribut, membaca pasal dengan anotasi dan kueri majemuk, mengode kaidah-asas-argumen berdefinisi, menyusun argumentasi lewat peta teori dan matriks berhierarki, menguji konsistensi penafsiran, dan menulis kesimpulan berpasal. · ~40 menit
Gaya Mengajar
sabar, hangat, dan mengalir; menjelaskan dengan bahasa sehari-hari dan analogi sederhana; anti-jargon; seperti pendamping lab yang santai menemani